detikcom
Sabtu, 27/04/2013 02:32 WIB

Polisi: Motor Uje Berada dalam Kondisi Bagus

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Kecelakaan motor yang merenggut nyawa Ustad Jeffry Al-Buchory mengejutkan masyarakat Indonesia. Menurut Polisi, peristiwa itu terjadi karena Ustad Jeffry yang akrab disapa Uje ini mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat menguasai laju kendaraan sehingga kecelakaan tak terhindarkan.

"Karena kecepatan tinggi dan tidak bisa menguasai kendaraan," ujar Kasat Lantas Jakarta Selatan AKBP Hindarsono kepada detikcom, Sabtu (27/4/2013).

Padahal motor Motor besar Kawasaki E650 yang dikendarai Uje merupakan motor baru dan dalam kondisi prima. Kondisi Uje yang sedang tidak enak badan juga ditengarai sebagai salah satu penyebab kecelakaan.

"Padahal motor tahun 2012 dan dalam keadaan bagus," jelasnya.

Uje mengalami kecelakaan di bundaran kawasan Pondok Indah atau menabrak pohon di depan rumah yang beralamatkan di Jl Gedung Hijau Raya No 17, Jakarta Selatan Kamis (25/4). Sempat dibawa ke dua rumah sakit, namun nyawa ustad gaul yang populer di kalangan anak muda kelahiran 12 April 1973 itu tak tertolong.

Pihak keluarga Uje sebelumnya sempat menyatakan, motor besar yang ditunggangi sang ustad sedang bermasalah. Pernyataan polisi ini membantah hal tersebut.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/fjr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%