Detik.com News
Detik.com
Jumat, 26/04/2013 13:38 WIB

Polisi: Penyebab Meninggalnya Uje Akibat Benturan di Wajah Kiri

Mulya Nurbilkis - detikNews
Polisi: Penyebab Meninggalnya Uje Akibat Benturan di Wajah Kiri
Jakarta - Luka parah di bagian kiri wajah Ustad Jeffry Al Bukhori diduga sebagai penyebab meninggalnya mubalig kondang ini. Luka ini terjadi akibat benturan keras yang terjadi saat kecelakaan itu terjadi.

"Penyebab meninggalnya Uje akibat benturan di wajah sebelah kiri sehingga menyebabkan luka parah," kata Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Hindarsono di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jumat (26/4/2013).

Hindarsono mengatakan, puing-puing kaca helm Uje masih ditemukan saat petugas ke lokasi kecelakaan. Namun helm yang dipakai Uje belum ditemukan.

"Untuk kondisi helm kita belum tahu karena dibawa Dani Santoso," katanya. Dani Santoso adalah pengendara motor yang berada di TKP saat kejadian.

Hindarsono mengatakan, Uje terlempar sekitar 3 meter dari motornya, sedangkan motor sport yang dikendarainya terlempar sekitar 30 meter. "Kemungkinan helmnya terlepas," katanya.

Hindarsono mengatakan, petugas belum melakukan pemeriksaan lengkap terhadap Dani karena masih dalam suasana duka. "Kita belum lakukan BAP karena masih dalam suasana duka," katanya.

Jenazah Uje disalatkan di Masjid Istiqlal usai Jumatan. Ribuan orang mengiringi pemakaman jenazah di TPU Karet Bivak.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%