Rabu, 24/04/2013 06:28 WIB

Kasus Suap Impor Daging Sapi Disidangkan Hari Ini

Direktur Indoguna Arya Abdi Effendi
Jakarta - Sidang perdana perkara dugaan suap terkait izin impor daging sapi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini. Jaksa penuntut umum dari KPK akan membacakan surat dakwaan 2 Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Effendi.

"Besok (hari ini) sidang pembacaan surat dakwaan," kata pengacara kedua terdakwa, Denny Kailimang saat dihubungi, Selasa (23/4) malam.

Sidang keduanya dijadwalkan digelar pukul 09.00 WIB di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Tim pengacara siap mendampingi kedua terdakwa.

"Ini cuma pembacaan dakwaan. Mendengarkan saja," tutur Denny.

Juard dan Arya diduga menyuap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Rp 1 miliar. Suap ini terkait jatah kuota impor daging sapi tahun 2013. Dalam perkara ini KPK juga menetapkan Luthfi termasuk Ahmad Fathanah sebagai tersangka.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%