Selasa, 23/04/2013 00:31 WIB

Kisah Caleg PDIP Simalungun Dicoret dari DCS di Menit Terakhir

Andi Siahaan - detikNews
Medan - Seorang calon anggota legislatif DPRD Simalungun dari PDIP dicoret dari Daftar Calon Sementara (DCS) pada menit-menit terakhir pendaftaran. Padahal namanya semula masuk dalam DCS yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Keceriaan Daud Purba (45) hilang ketika mendengar namanya dicoret dari DCS PDIP untuk DPRD Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Daud menduga pencoretan namanya karena perintah salah seorang DPP melalui Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Simalungun. Posisi Daud digantikan Elvis Simanjuntak. Nama ini, kata Daud, sebelumnya tidak terdaftar dalam DCS.

Masalah ini membuat Daud kesal bukan kepalang. Baginya menjadi caleg adalah impiannya sejak lama. Puluhan tahun dirinya mengabdi di partai berlambang kepala banteng tersebut.

"Puluhan tahun aku membesarkan partai, tapi beginilah yang kudapat," ujar Daud di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Simalungun, Jalan Sang Nawaluh, Kecamatan Siantar, Senin (22/4/2013).

Sebenarnya pencoretan namanya bukan masalah besar. Namun yang membuatnya kesal dan malu, sebelum ikut mengantarkan DCS bersama pengurus partai, Daud telah diberangkatkan dengan doa oleh isteri, anak dan mertuanya.

"Di mana mukaku kubuat. Malu aku sama keluarga. Padahal keluarga sudah berdoa bersama memberangkatkan aku, Bang," keluh Daud yang menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) PDIP Simalungun.

Tak puas dirinya dicoret, Daud berusaha menanyakan alasan pencoretan dirinya ke pengurus partai. Namun sampai Senin malam tidak satupun pengurus partai yang bisa ditemuinya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rmd/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%