detikcom
Senin, 22/04/2013 19:20 WIB

Pembelian Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran Diprediksi Mulai Ramai Mei

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia memprediksi pembelian tiket kereta api untuk mudik lebaran tahun ini mulai ramai awal Mei. Hal itu disebabkan pembelian tiket kereta api kini sudah bisa dilakukan H-90 keberangkatan.

"Kami prediksi pembelian tiket mudik akan mulai ramai mulai 2 Mei mendatang. Biasanya, tanggal mudik favorit adalah H-3 lebaran. Untuk harga tetap diberlakukan tarif batas atas dan tarif batas bawah," tutur Agus Dwinarto Budiaji, Manager Promosi dan Komunikasi Pemasaran Angkutan Penumpang PT KA,dalam jumpa pers di Aula Kantor PT KA Daop II, Jalan Stasiun Lama, Senin (22/4/2013).

Ia menuturkan, dengan masa pembelian tiket yang jauh lebih panjang, hal itu akan membuat penumpang punya kesempatan untuk mengatur keberangkatan lebih baik lagi.

"Dengan waktu pembelian H-90, penumpang yang tidak kebagian tiket bisa mencari alternatif lain. Selain itu bagi kami, itu bisa digunakan untuk melakukan persiapan, seperti untuk penambahan kereta," katanya.

Jangan khawatir calo, karena pembeli harus menyertakan identitas diri sesuai penumpang yang akan berangkat nanti. Sehingga calo tak punya celah untuk masuk dan merugikan penumpang.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tya/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%