detikcom
Senin, 22/04/2013 17:00 WIB

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Sunter Dibantarkan

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Keluarga Erik Karsoho (22) meminta pihak kepolisian melakukan pembantaran kasus pembacokan yang dilakukan Erik. Pihak keluarga mempertimbangkan kesehatan kejiwaan Erik jika terlalu lama diperiksa.

"Rencananya pihak keluarga akan segera ajukan pembantaran ke pihak penyidik, Polsek Tanjung Priok," kata kuasa hukum Erik bernama Hendrayanto saat dihubungi, Senin (22/4/2013).

Salah satu alasan pihak keluarga, pembantaran ini pun untuk mengoptimalkan perawatan terhadap kondisi kejiwaan Erik. Namun pihak keluarga belum menentukan rumah sakit yang akan merawat Erik jika pembantaran dikabulkan.

"Jadi kalau hasil pemeriksaan RS Polri menyatakan Erik positif mengalami gangguan jiwa, dia tidak kembali ke polsek tapi ke rumah sakit yang disetujui pihak keluarga," ujar pria yang akrab disapa Hendra tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Priok Kompol Yono Suharto menjelaskan pembantaran tidak bisa dilakukan oleh pihak keluarga. Pembantaran bisa dilakukan hanya oleh pihak kepolisian yang menangani kasus Erik.

"Pembantaran itu yang menentukan polisi, nanti kalau Erik terbukti gangguan jiwa, saya sendiri yang akan melakukan pembantaran," ujar Kapolsek terpisah.

Erik adalah pelaku pembacokan terhadap ibu kandungnya sendiri bernama Linda Warow di kediaman mereka yang terletak di Jalan Agung Perkasa 10 Blok J 7/14, Sunter Agung, Jakarta Utara, pada tanggal 12 April lalu. Ia tega membacok ibunya 10 kali hingga bersimbah luka karena merasa sakit hati.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/nal)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close