Detik.com News
Detik.com
Minggu, 21/04/2013 01:29 WIB

Di Peringatan Harlah GP Ansor, Gita Wirjawan Main Piano Iringi Gus Mus

Ray Jordan - detikNews
Di Peringatan Harlah GP Ansor, Gita Wirjawan Main Piano Iringi Gus Mus
Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan malam ini menghadiri peringatan Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79. Dalam acara tersebut, Gita pun unjuk keahlian dalam memainkan alat musik piano.

Gita tiba di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2013) pukul 21.45 WIB. Penyuka musik jazz itu mengenakan kemeja putih dan celana bahan warna hitam.

"Nanti saya mau main piano," ujar Gita sebelum masuk.

Gita dijadwalkan memainkan piano untuk mengiringi tokoh NU, Gus Mus membaca puisi. "Gus Mus baca puisi, saya main piano," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia acara Harlah GP Ansor, Ace Hasan Syadzili, mengatakan tujuan penyelenggaraan peringatan ini yaitu untuk menegaskan pentingnya budaya pesantren sebagai sub-kultur Indonesia dan mengembalikan akar Indonesia yang cinta damai serta komitmen atas kekuatan sejarah.

Selain Gita, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD juga akan membacakan puisi dalam acara tersebut. Hadir juga dalam acata ini Edo Kondologit, Butet Kertaradjasa, dan Cak Lontong.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%