Detik.com News
Detik.com
Jumat, 19/04/2013 11:16 WIB

Pelaku Pembakaran Siswi SMK di Sleman Ditangkap

Bagus Kurniawan - detikNews
Sleman - Pelaku pembunuhan terhadap Riya Puspita Restanti (17) siswi SMK YPKK, Maguwoharjo, Sleman, tertangkap. Dari dua pelaku, salah satunya adalah teman dekat korban berinisial YS (17).

Diperkirakan, pelaku berjumlah 5 orang. Namun polisi baru menangkap dua pelaku, YS dan AF (17).

"Dua tersangka, kami tangkap di tempat berbeda. YS di dekat terminal Prambanan dan AF warga Ngemplak ditangkap di daerah Sleman," kata Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Heru Muslimin, di Mapolres Sleman Jl Magelang, Jumat (19/4/2013).

Menurut Heru, tersangka YS adalah warga Kringinan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Rumah tersangka tidak jauh dari lokasi ditemukannya mayat korban. Sejak mayat korban ditemukan, tersangka menghilang dari rumah.

"Dua hari terus dicari di rumahnya tidak ketemu, baru Kamis sore kemarin ditangkap," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, para pelaku mengajak korban pesta miras di sebuah rumah kosong milik keluarga YS di dekat lokasi. Setelah itu, korban diperkosa dan dianiaya hingga tewas.

"Kami masih memeriksa pelaku terutama berkaitan dengan TKP pembakaran korban. Ada kemungkinan korban dibakar di waktu yang berbeda. Penyelidikan belum belum selesai, pelaku mungkin lebih dari dua orang tersebut," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%