detikcom
Jumat, 19/04/2013 08:49 WIB

UN Dinilai Bikin Stres, Ada Ritual Mandi Kembang Pensil

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Ujian Nasional (UN) untuk sekolah menengah atas sudah usai. Namun dampak dari UN menjadi perhatian para guru terhadap peserta didiknya, yang dinilai membuat siswa stres.

"Begitu banyak anak terutama mereka yang ditunda UN mengalami stres luar biasa. Bahkan ada juga anak yang saking stresnya membuat anak-anak dibayangi tidak kelulusan, ada yang sampai lupa letak toilet sekolahnya," kata Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/4/2013).

Retno menilai UN adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang tidak mengukur kualitas anak sesungguhnya. Tekanan dari UN juga menimpa para pekerja di dunia pendidikan menengah ke atas.

"Ini kekerasan terhadap anak dan tidak mengukur kualitas anak. Tekanan mulai dari kepala dinas yang menekan sekolah dan sekolah menekan guru. Ini sudah tidak adil untuk guru karena merampas haknya untuk meluluskan," ujar Retno.

"Aneh sekali ujian ini melibatkan polisi dan TNI yang bersenjata. Ini biaya besar-besaran ternyata untuk mengukur sesuatu yang tidak tepat," tambah Retno.

Lebih jauh Retno menilai UN tidak memikirkan hak asasi para siswa, termasuk keberadaan petugas keamanan berseragam di lingkungan sekolah.

"Kami juga berpikir anak-anak ini banyak sekali yang tegang melihat polisi berseragam di sekolah. Sedangkan yang ditunda semakin panjang stresnya, dan dibayangi beragam ketakutan. Karena yang sudah ikut saja mengatakan soal sangat sulit dan kertasnya mudah sobek," ujar guru bahasa Inggris di SMA 13 Jakarta ini.

Berdasarkan pengaduan yang diterima FSGI menyebutkan adanya beberapa perilaku irasional yang dilakukan para siswa menjelang UN. Bagi Retno hal ini sangatlah memprihatinkan.

"Ini menambah stres dan menimbulkan sikap irasional seperti pensil yang diraut oleh kiai, mandi kembang, ini sangat tidak rasional. Akal sehat betul-betul direduksi dalam kebijakan seperti ini. Kami para guru menolak ujian nasional, jangan korbankan anak-anak kita," tutup Retno.

(vid/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%