detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 19/04/2013 08:49 WIB

UN Dinilai Bikin Stres, Ada Ritual Mandi Kembang Pensil

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Ujian Nasional (UN) untuk sekolah menengah atas sudah usai. Namun dampak dari UN menjadi perhatian para guru terhadap peserta didiknya, yang dinilai membuat siswa stres.

"Begitu banyak anak terutama mereka yang ditunda UN mengalami stres luar biasa. Bahkan ada juga anak yang saking stresnya membuat anak-anak dibayangi tidak kelulusan, ada yang sampai lupa letak toilet sekolahnya," kata Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/4/2013).

Retno menilai UN adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang tidak mengukur kualitas anak sesungguhnya. Tekanan dari UN juga menimpa para pekerja di dunia pendidikan menengah ke atas.

"Ini kekerasan terhadap anak dan tidak mengukur kualitas anak. Tekanan mulai dari kepala dinas yang menekan sekolah dan sekolah menekan guru. Ini sudah tidak adil untuk guru karena merampas haknya untuk meluluskan," ujar Retno.

"Aneh sekali ujian ini melibatkan polisi dan TNI yang bersenjata. Ini biaya besar-besaran ternyata untuk mengukur sesuatu yang tidak tepat," tambah Retno.

Lebih jauh Retno menilai UN tidak memikirkan hak asasi para siswa, termasuk keberadaan petugas keamanan berseragam di lingkungan sekolah.

"Kami juga berpikir anak-anak ini banyak sekali yang tegang melihat polisi berseragam di sekolah. Sedangkan yang ditunda semakin panjang stresnya, dan dibayangi beragam ketakutan. Karena yang sudah ikut saja mengatakan soal sangat sulit dan kertasnya mudah sobek," ujar guru bahasa Inggris di SMA 13 Jakarta ini.

Berdasarkan pengaduan yang diterima FSGI menyebutkan adanya beberapa perilaku irasional yang dilakukan para siswa menjelang UN. Bagi Retno hal ini sangatlah memprihatinkan.

"Ini menambah stres dan menimbulkan sikap irasional seperti pensil yang diraut oleh kiai, mandi kembang, ini sangat tidak rasional. Akal sehat betul-betul direduksi dalam kebijakan seperti ini. Kami para guru menolak ujian nasional, jangan korbankan anak-anak kita," tutup Retno.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(vid/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close