Detik.com News
Detik.com
Jumat, 19/04/2013 05:24 WIB

Akhirnya, FBI Rilis Foto 2 Pelaku Bom Boston

Fajar Pratama - detikNews
Akhirnya, FBI Rilis Foto 2 Pelaku Bom Boston Reuters
Boston - Setelah sempat dikabarkan ragu-ragu untuk mengumumkan foto pelaku bom Boston, FBI akhirnya benar-benar melakukannya. Dua foto pria yang diduga kuat sebagai pelaku pengeboman yang menewaskan tiga orang itu akhirnya disebar kepada masyarakat luas.

"Hari ini kami meminta bantuan masyakat luas untuk mengidentifikasi dua tersangka ini," ujar agen khusus FBI Richard DesLauriers dalam konferensi pers di Boston, Kamis (18/4/2013) waktu setempat seperti dilansir Reuters.

Dua orang tersebut sama-sama menggendong ransel yang diyakini berisikan bom. Tersangka pertama mengenakan topi baseball warna gelap sedangkan tersangka kedua mengenakan topi berwana putih, namun posisinya dibalik.

"Seseorang di luar sana mengetahui orang-orang ini sebagai teman, tetangga, kolega atau anggota keluarga. Ini bisa jadi sulit, negara memperhitungkan mereka yang datang dan memberi kami informasi," kata DesLauriers.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/vid)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%