detikcom

Jumat, 19/04/2013 05:07 WIB

Terjebak Macet, Sulistyawati Gendong Bayi Lewati Banjir di Ciledug

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Genangan air yang tak kunjung surut di wilayah Ciledug mendatangkan kisah sedih bagi banyak orang yang terjebak macet sampai Jumat dinihari. Salah seorang korban kemacetan ini, bahkan sampai turun dari mobil dan menggendong bayi melewati kemacetan.

Perempuan itu bernama Sulistyawati. Dia menumpang mobil pribadi bersama sang suami bersama dua orang anaknya, yang satu masih bayi berusia empat bulan, dan yang satu lagi berumur tujuh tahun.

Mobil yang ditumpangi keluarga Sulistyawati ini terjebak macet, tak bergerak di depan perumahan Puri Beta Ciledug. Di sana, mobil tak bergerak selama sekitar dua jam.

Saat itu mereka belum mengetahui ada banjir di depan. Begitu mengetahui adanya genangan air, maka suami Sulistyawati mencari tempat untuk dapat memarkir mobil.

Mereka memutuskan untuk berjalan kaki menembus banjir. TMC Polda Metro Jaya melaporkan, genangan di depan perumahan Puri Beta setinggi 40 cm pada pukul dua dinihari tadi.

"Setelah dua jam saya putuskan untuk turun dari mobil, berjalan kaki sambil menggendong bayiku untuk melewati kemacetan. Kami berjalan kaki menerobos banjir sampai Mencong," kata Sulistyawati, Jumat (19/4/2013) pagi.

Begitu sampai Mencong, mereka berempat melanjutkan perjalanan menggunakan angkot. Dia baru sampai rumah sekitar jam tiga pagi. "Tetanggaku juga pukul tiga pagi baru sampai rumah," kata Sulistyawati.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fjr/vid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
60%
Kontra
40%