detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 17/04/2013 13:09 WIB

Perempuan Paruh Baya 'Perkosa' ABG karena Suami Tak Bisa Beri Nafkah Batin

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Perempuan paruh baya di Bengkulu dilaporkan berbuat tak senonoh dengan 6 remaja lelaki. Di hadapan polisi, perempuan itu mengaku nekat melakukan hal itu karena suaminya tak memberi nafkah batin sejak lama.

"Suaminya sakit gula, jadi tidak bisa (memberi nafkah batin)," kata Kapolres Bengkulu AKBP Joko Supryitno ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (17/4/2013).

Pelaku berusia 42 tahun, sedangkan korban rata-rata berusia 14-15 tahun. Perbuatan cabul dilakukan setahun terakhir, tapi baru terungkap belakangan ini setelah ada korban yang melapor.

Joko menyatakan, meski sudah cukup berumur, pelaku belum mempunyai anak. Suaminya sakit cukup lama. Alasan itulah yang diajukan pelaku saat ditanya motifnya melakukan perbuatan tak senonoh.

Kepada polisi, pelaku mengaku perbuatan itu dilakukan suka sama suka. Korban sering bermain di sekitar rumahnya. Mereka mengajak teman-temannya dari daerah lain dan akhirnya berhubungan layaknya suami istri dalam kesempatan terpisah.

"Totalnya baru 6 orang yang jadi korban, tapi bisa saja lebih," jelas Joko.

Untuk mendalami kasus itu, polisi melibatkan psikolog. Jika terbukti, pelaku akan dijerat UU Perlindungan Anak.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%