Rabu, 17/04/2013 11:14 WIB

SOM II APEC Surabaya

Dana Banyak, Proyek Bejibun, Tapi...

M Aji Surya - detikNews
Surabaya - Proyek infrastruktur menjadi salah satu proyek terpenting di APEC dalam mempertahankan dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi kawasan. Di hampir semua ekonomi APEC, kekurangan sarana infrastruktur terus menghantui tanpa ada jalan keluar yang terang. Karenanya, isu ini dibahas sehari penuh pada pertemuan pejabat senior (SOM) II APEC di Surabaya (15/4/13).

Dalam konferensi jarak jauh untuk para delegasi SOM II APEC di Surabaya, Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, menandaskan bahwa sebenarnya, kesuksesan kerjasama wilayah Asia Pasifik sebagai motor pertumbuhan, sangat tergantung pada kesuksesan pembangunan infrastuktur. Tanpa infrastruktur yang memadai maka pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik dipastikan akan terhambat.

Sementara itu, menurut catatan Ketua SOM Indonesia, Dubes Yuri O. Thamrin, selama satu dasawarsa ke depan, antara tahun 2010-2020, wilayah Asia Pasifik diperkirakan akan membelanjakan kisaran 8 triliun dolar untuk berbagai proyek infratruktur seperti energi, transportasi, komunikasi dan lainnya. Itu semua untuk mendorong konektivitas wilayah dan agar pertumbuhan ekonomi terus terjaga.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Asia Pasifik memiliki banyak dana besar yang relatif menganggur. Hanya sayangnya, sektor infrastruktur yang demikian besar sejauh ini tidak bisa secara optimal “bertemu” dengan dana yang berjibun.

“Saya tahu persis ada banyak sekali sumber dana pembiayaan di Asia Pasifik yang nganggur dan terus menunggu proyek-proyek yang layak dibiayai,” tegas Khamran Khan, wakil World Bank yang hadir dalam pertemuan di Surabaya dengan tegas.

Sangat disadari, dalam mengembangkan proyek infrastruktur tersebut, pemerintahan ekonomi APEC tidak bisa berdiri sendiri. Anggarannya memiliki keterbatasan untuk pembiayaan proyek yang maha besar dimaksud. Karenanya, keterlibatan pihak swasta dalam merealisasikannya merupakan keniscayaan dan bahkan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditolak.

“Sayangnya, semua ekonomi APEC mengamini betapa sulitnya mencari terobosan atas kompleksitas pelaksanaan kemitraan pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Karenanya, Indonesia menjadikan isu ini sebagai hal penting untuk dibahas selama keketuaan Indonesia,” ujar Yuri O. Thamrin dalam sambutannya di hadapan lebih 150 peserta dari 21 ekonomi APEC.

Ketua SOM Indonesia yakin, APEC dapat meraih peranan kunci dan menjadi pendorong utama kegiatan kemitraan pemerintah dan swasta. Di sisi lain, diyakini masih adanya jalan panjang sampai pada sebuah kesepakatan dan implementasi kegiatan dimaksud di antara ekonomi APEC.

M Aji Surya, diplomat Kemlu RI



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nrl/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%