detikcom
Rabu, 17/04/2013 00:04 WIB

Siapa Penyelenggara Negara yang Terkait Penangkapan KPK di Sentul?

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - KPK menangkap tujuh orang di rest area di Sentul, namun tak satupun di antara mereka yang berstatus sebagai penyelenggara negara. Padahal penyuapan atau tindak korupsi yang bisa diusut KPK harus melibatkan minimal satu orang penyelenggara negara. Lalu siapa pejabat yang terkait itu?

Sesuai dengan UU 30 Tahun 2002, jenis tindak pidana korupsi yang diusut KPK di antaranya disebutkan harus melibatkan penyelenggara negara, atau kasus yang menjadi perhatian masyarakat atau kasus yang mengakibatkan kerugian negara dengan jumlah kerugian satu miliar.

Merujuk pada penjelasan Jubir KPK Johan Budi mengenai dugaan motif suap dalam penangkapan tujuh orang tersebut, maka dua syarat terakhir di atas tidak relevan. Dengan kata lain, untuk dapat mengusut kasus penyuapan tersebut KPK harus menemukan keterlibatan unsur penyelenggara negara.

Terkait dengan hal tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno sempat memberikan sinyal bahwa ada anggotanya ada yang ditangkap KPK. Seorang anggota DPRD di tingkat kabupaten termasuk dalam kategori penyelenggara negara.

Informasi dari Wasto itu dibantah oleh pihak KPK. Johan Budi menyatakan, dari tujuh orang yang ditangkap KPK, tidak ada yang berstatus sebagai penyelenggara negara.

Namun kabarnya, informasi yang dinyatakan oleh Wasto tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Konon KPK memang mencurigai adanya peranan seorang anggota DPRD Bogor sebagai makelar tanah. Salah satu dari tujuh pria yang ditangkap KPK, diduga merupakan kaki tangan seorang anggota DPRD.

"Kami masih memiliki waktu 24 jam," jawab Johan diplomatis ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

KPK memang masih memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum tujuh orang terperiksa tersebut. Bukan tidak mungkin di menit-menit akhir nantinya KPK akan mengumumkan seorang penyelenggara negara yang dijadikan tersangka, persis seperti pada saat operasi penangkapan pada kasus suap impor daging.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%