Detik.com News
Detik.com
Selasa, 16/04/2013 18:58 WIB

Gempa 7,8 SR Guncang Iran, 40 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Gempa 7,8 SR Guncang Iran, 40 Orang Tewas ilustrasi (AFP)
Teheran, - Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) mengguncang Iran. Korban jiwa pun berjatuhan dalam bencana alam ini.

Menurut badan Pusat Seismologi Iran atau Iranian Seismological Center (IRSC), seperti dilansir media Iran, Press TV, Selasa (16/4/2013), sedikitnya 40 orang tewas dalam gempa yang melanda wilayah provinsi Sistan-Baluchestan ini.

IRSC melaporkan, pusat gempa berada sekitar 81 kilometer sebelah utara kota Saravan. Gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman sekitar 18 kilometer.

Getaran gempa dirasakan di sebagian besar wilayah India bagian utara, Pakistan dan wilayah Asia Barat lainnya.

Seperti dilansir IBN Live, Selasa (16/4/2013), getaran gempa yang sangat kuat dirasakan warga di wilayah Rajasthan, New Delhi, Uttar Pradesh Barat, dan wilayah India bagian utara lainnya. Getaran gempa tersebut dirasakan selama 20 detik.

Sejumlah gedung bertingkat di New Delhi, India dilaporkan sempat bergoyang akibat gempa ini. Orang-orang pun dilaporkan panik berlarian ke jalan-jalan.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,8 SR. Namun menurut badan Pusat Seismologi Iran, gempa ini berkekuatan 7,5 SR.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%