detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 12:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 16/04/2013 16:21 WIB

Dugaan Pelaku Bom Boston: dari Al Qaeda Hingga Ekstremis Kanan

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
dok Boston Globe
Boston - Pasca meledaknya 2 bom di pagelaran akbar Boston Marathon, analisa dugaan siapa di balik bom ini bertebaran. Mulai dari Al Qaeda hingga ekstremis kanan yang antipemerintah AS.

Pakar terorisme dari John Hopkins University, Baltimore, Dr Max Abrahms mengatakan bahwa pelaku ledakan bisa teroris dari luar negeri atau domestik.

"Al Qaeda menjadi terdesentralisasi karena aksi perlawanan AS, yang berarti bisa jadi di belakang serangan-serangan kecil seperti ini," kata Abrahms seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (16/4/2013).

Namun Abrahms juga mengingatkan pelaku bisa juga kelompok sayap kanan yang dipimpin Timothy McVeigh. Kelompok McVeigh ini pernah melakukan pengeboman gedung pemerintah federal di Kota Oklahoma pada tahun 1995 yang menewaskan 168 orang.

Analisa Abrahms yang mencurigai kelompok sayap kanan ini juga diperkuat analis keamanan nasional CNN Peter Bergen. Saat pengeboman Oklahoma tahun 1995 lalu, pertama-tama orang mengira adalah ledakan gas. Namun, baik Al Qaeda dan kelompok ekstremis kanan memiliki tanda sendiri dalam membuat bom.

"Faktanya adalah di sana ada 2 ledakan, dua pengeboman. Ada perangkat bom yang ditemukan. Apa jenis peledak yang digunakan? Contoh, jika itu mengandung hidrogen peroksida, itu tanda bom buatan Al Qaeda. Kalau ledakannya lebih konvensional, mungkin semacam kelompok ekstremis kanan. Kami melihat rencana pengeboman dari Al Qaeda gagal. Kami juga melihat penyerangan kelompok ekstremis, kelompok kanan, seperti yang menyerang parade Marthin Luther King di Oregon 2010," papar Bergen seperti dilansir CNN.

Sementara analis Esquire menduga pelaku adalah kelompok ekstremis kanan, karena bom ini bertepatan dengan hari libur Patriot Day di Massachusetts. Patriot Day memperingati pertempuran di Lexington dan Concord yang terjadi pada 19 April. Patriot Day dinilai sangat berarti bagi beberapa orang, termasuk Tim McVeigh yang menganggap dirinya adalah sumber air dari pohon kebebasan dan semacamnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nwk/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%