Detik.com News
Detik.com

Selasa, 16/04/2013 10:41 WIB

5 Carut Marut Ujian Nasional

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
5 Carut Marut Ujian Nasional
Jakarta - Ujian Nasional (UN) tingkat SMA 2013 tidak berjalan mulus. Pelaksanaannya carut marut. Mendikbud M Nuh memohon maaf sebesar-besarnya.

11 Provinsi terpaksa menunda pelaksanaan UN gara-gara terhadang masalah pengepakan soal. Penundaan ini mengakibatkan siswa-siswi peserta UN mengalami drop mental.

Kertas lembar jawaban komputer yang tipis dikeluhkan oleh para siswa. Mereka khawatir kertas itu cepat sekali rusak terkoyak saat menghapus jawaban yang salah.

Siswa penyandang tunanetra juga mengeluhkan tidak adanya lembar jawaban braille. Ada juga temuan terselipnya lembar soal yang terselip dalam paket pelajaraan yang tengah diuji.

Masalah-masalah UN ini menjadi perhatian Komisi X DPR. DPR berencana memanggil Mendikbud untuk meminta penjelasan.

Berikut 5 carut marut UN:

Next page :
1. Pengepakan Molor


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%