Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/04/2013 18:09 WIB

BNN Buru Bandar Sabu Asal Malaysia

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) memburu seorang WNI dan WN Malaysia yang diketahui sebagai bandar narkoba antar negara. Dua orang tersangka itu merupakan 'pemain lama' yang mengedarkan sabu untuk kota-kota besar di Kalimantan dan Sulawesi.

"Yang WNI berinisial SU, sedangkan AS adalah WN Malaysia. Mereka pemaian lama," ungkap Deputi Pemberantasan, Irjen Benny Mamoto dalam konfrensi pers di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/4/2013).

Untuk pengejarannya, BNN bekerja sama dengan kepolisian Malaysia. Sebabi informasi terakhir dari enam orang tersangka kurir yang ditangkap di Nunukan dan Tarakan, menyebutkan sabu mereka peroleh dari penghubung di Malaysia.

"Kami pernah join operasi dari informasi penangkapan, para kurir bisa menujuk lengkap identitas pemasok barang tersebut, dan kami berkerja sama dengan pihak kepolisian setempat," kata Benny.

Pada operasi sebelumnya lanjut Benny BNN berhasil menangkap WN Nigeria dengan barang bukti 46 kg heroin dan sabu yang hendak diselundupkan ke Indonesia. Penangkapan ini juga berkat kerjasama dengan kepolisian Kuala Lumpur dan Johor.

"Salah satunya itu bentuk kerjasama dengan aparat diluar sana, dan kali ini tegantung bemuara Kuala Lumpur atau Johor. Mayoritas di Kuala Lumpur ada komunitasnya," lanjut Benny.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%