detikcom
Senin, 15/04/2013 16:51 WIB

Dijaga Ketat Aparat, Preman Besar Dodi Federal Disidang Kasus Pembunuhan

Andi Saputra - detikNews
Dodi Federal (ist.)
Jakarta - Preman besar dari Sumatera Selatan (Sulsel) Dodi Federal (34) menghadapi sidang perdana dengan dakwaan pembunuhan. Polisi dan jaksa memberikan status tahanan kota kepada Dodi dan baru ditahan usai diperintah majelis hakim.

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, Senin (15/4/2013), Dodi dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Sumsel. Dia didakwa dengan dakwaan alternatif pasal 338 KUHP tentang pembunuhan jo pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan matinya orang, juncto pasal 321 ayat 2 ke-3 tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya orang juncto pasal 335 ayat 1 ke 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Dalam sidang tersebut, Dodi dikawal ketat aparat. Hadir pula pengunjung dengan badan tinggi besar berambut gondrong dan bertato, diduga kolega Dodi. Adapun Dodo, sebuah tato terlihat di betis pria bertubuh tinggi besar dan berkumis ini.

Dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Syamsul Arief dengan anggota Hendra dan Rendra, Dodi menunjuk dan memilih penasihat hukum dan akan mengajukan eksepsi dalam persidangan minggu depan.

Kini Dodi selain sebagai terdakwa juga mengantongi status sebagai tersangka atas kepemilikan narkoba. Barang haram tersebut didapati saat Dodi ditangkap aparat kepolisian pekan lalu.

Dodi dihadapkan ke meja hijau atas kejadian pada 21 Juli 2011 di Kampung 6, Desa Dingin Teluk, Kecamatan Rawa Hilir, Musi Rawa. Saat itu terjadi cekcok antara Dody dengan petani sawit setempat. Entah siapa yang memulai, terjadilan kejar-kejaran antara Dodi dengan Pauri.

Dodi mengejar Pauri sambil membawa senjata tajam yang terhunus. Napas Pauri ternyata kalah panjang dengan Dodi sehingga Pauri pun dihujani pukulan oleh Dodi. Setelah itu, Dodi menikam Pauri di dada kanan, punggung dan kaki. Bogem mentah juga membuat leher Pauri lebam membiru. Terlibat dalam peristiwa sadis itu teman Dodi, Tabri.

Dodi selama setahun penyidikan polisi diberikan status tahanan kota. Hinga pada Februari 2013 majelis hakim PN Lubuklinggau memerintahkan Dodi ditahan. Butuh waktu 2 bulan lamanya menangkap Dodi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%