detikcom

Senin, 15/04/2013 13:09 WIB

Korut Siapkan Kekuatan Nuklir Untuk Berperang Melawan AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: Sky News
Pyongyang - Korea Utara (Korut) kembali melontarkan retorika perangnya. Ditegaskan Korut, militernya akan siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik, termasuk Hawaii, Guam, juga Korea Selatan (Korsel).

Presiden Majelis Tertinggi Rakyat Korut, Kim Yong-nam mengatakan, kekuatan nuklir Korut akan disiapkan untuk perang habis-habisan dengan AS. Dia pun menyalahkan Washington atas meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea.

"Pyongyang akan meningkatkan kuantitas dan kualitas kekuatan nuklirnya yang merupakan harta karun Korea," cetusnya seperti dilansir News.com.au, Senin (15/4/2013).

"Pasukan pertahanan Pyongyang yang tak terkalahkan yang dipersenjatai dengan kekuatan nuklir yang meningkat, akan melakukan pertempuran total terhadap AS, dan bertindak sesuai skenario masa perang," imbuh Kim.

Pernyataan ini disampaikan setelah Pyongyang menolak tawaran Korea Selatan (Korsel) untuk menyelesaikan ketegangan ini lewat dialog. Dicetuskan Korut, tawaran dialog tersebut semata-mata merupakan "taktik licik untuk menyembunyikan kebijakan konfrontasi Korsel.

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat sejak AS mengikutsertakan pesawat pengebom berkemampuan nuklir, B-52 dalam latihan militer gabungan dengan Korsel. Hal tersebut menuai kemarahan Korut yang mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap AS dan sekutu-sekutunya.

Sebelumnya, Korut juga memprotes serangkaian sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan PBB atas uji coba nuklir yang dilakukannya pada Februari lalu. Itu merupakan uji coba nuklir ketiga yang dilakukan Korut dan telah menuai kecaman dunia internasional.



Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%