detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/04/2013 13:09 WIB

Korut Siapkan Kekuatan Nuklir Untuk Berperang Melawan AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: Sky News
Pyongyang - Korea Utara (Korut) kembali melontarkan retorika perangnya. Ditegaskan Korut, militernya akan siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik, termasuk Hawaii, Guam, juga Korea Selatan (Korsel).

Presiden Majelis Tertinggi Rakyat Korut, Kim Yong-nam mengatakan, kekuatan nuklir Korut akan disiapkan untuk perang habis-habisan dengan AS. Dia pun menyalahkan Washington atas meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea.

"Pyongyang akan meningkatkan kuantitas dan kualitas kekuatan nuklirnya yang merupakan harta karun Korea," cetusnya seperti dilansir News.com.au, Senin (15/4/2013).

"Pasukan pertahanan Pyongyang yang tak terkalahkan yang dipersenjatai dengan kekuatan nuklir yang meningkat, akan melakukan pertempuran total terhadap AS, dan bertindak sesuai skenario masa perang," imbuh Kim.

Pernyataan ini disampaikan setelah Pyongyang menolak tawaran Korea Selatan (Korsel) untuk menyelesaikan ketegangan ini lewat dialog. Dicetuskan Korut, tawaran dialog tersebut semata-mata merupakan "taktik licik untuk menyembunyikan kebijakan konfrontasi Korsel.

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat sejak AS mengikutsertakan pesawat pengebom berkemampuan nuklir, B-52 dalam latihan militer gabungan dengan Korsel. Hal tersebut menuai kemarahan Korut yang mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap AS dan sekutu-sekutunya.

Sebelumnya, Korut juga memprotes serangkaian sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan PBB atas uji coba nuklir yang dilakukannya pada Februari lalu. Itu merupakan uji coba nuklir ketiga yang dilakukan Korut dan telah menuai kecaman dunia internasional.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%