detikcom
Sabtu, 13/04/2013 06:31 WIB

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Samarinda Diduga Melibatkan Oknum SPBU

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Temuan Wakil Wali Kota Samarinda saat sidak (Foto: Robert/detikcom)
Samarinda - Warga Samarinda menduga adanya keterlibatan oknum petugas SPBU terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi sehingga mengakibatkan kelangkaan. Kecurigaan itu dijawab oleh Pemkot Samarinda saat sidak ke SPBU, Jumat (12/4/2013) malam.

Antrean panjang setiap hari di SPBU yang berada di Jl Kadrie Oening misalnya, bukan tanpa pengamatan masyarakat. Antrean kendaraan yang memakan lebar badan jalan baik pagi hingga malam hari, bahkan saat SPBU tutup pun, kerap menimbulkan kemacetan.

"Kami di sini mengamati, bukan diam saja. Terutama malam hari, kok ada saja sopir yang sampai menginap di dalam mobil, menunggu SPBU buka jam 6.30 WITA," kata warga Jl Kadrie Oening, Ikhsan, kepada detikcom, Sabtu (13/4/2013).

Hal yang kerap kali menimbulkan pertanyaan warga, hampir setiap hari, patroli kepolisian dilakukan di Jl Kadrie Oening yang diyakini patroli tersebut adalah patroli kamtibmas. Patroli itu dilakukan saat malam hingga dini hari.

"Kok patrolinya lewat-lewat saja, tidak ada yang menyinggahi. Karena aparat (kepolisian) bisa bertanya dan curiga, antrean mobil setiap malam di SPBU ini. Lha ini kan sudah sebulan lebih," ujar Iksan.

"Sampai dengan Pak Wakil Wali Kota akhirnya menemukan sendiri, melihat sendiri bersama-sama adanya tanki-tanki modifikasi supaya bisa memuat lebih banyak solar. Mobil pribadi saya pakai solar. Saya ini tinggal di sini, nah saya malah susah beli solar di SPBU," timpal warga setempat lainnya, Syamsu Nur Farid.

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail menyerahkan sepenuhnya tindakan hukum untuk para penimbun solar kepada pihak kepolisian. Meski begitu, Nusyirwan Ismail mengakui, keluhan masyarakat terkait persoalan BBM tidak jarang dia terima baik melalui telepon selularnya maupun pengaduan yang diterima Pemkot Samarinda.Next

Halaman 1 2

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%