Detik.com News
Detik.com
Jumat, 12/04/2013 16:44 WIB

Berkas Kasus Hercules Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Polda Metro Jaya menyatakan telah merampungkan berkas perkara kasus Hercules. Empat hari lalu polisi telah melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Dua orang tersangka, Hercules dan M Sidiq, sudah selesai berkas perkarannya. Hari Senin (8/4) sudah dilimpahakan berkas perkaranya ke Kejaksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Rikwanto menjelaskan status berkas kasus Hercules belum P21. Maka bisa saja ada perbaikan atau penambahan bila Kejati DKI Jakarta memulangkan berkas tersebut.
Kejaksaan juga dimungkinkan melakukan pemeriksaan ulang terhadap tersangka untuk keperluan melengkapi berkas tuntutannya. Bila Kejaksaan merasa hasil pemeriksaan sudah cukup, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Hercules dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 214 KUHP karena melawan petugas, Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan, dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Hercules juga dikenakan pasal 2 Undang-UU No 12/1951 karena ditemukan senjata api dan 27 butir peluru, serta dua magazine di rumahnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%