detikcom
Jumat, 12/04/2013 15:04 WIB

Pembunuhan di Sunter

Erik Bunuh Ibunda karena Dendam 'Diasingkan' di Gudang

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Erik Karsoho (22) tega menghabisi sang bunda, Linda Warow, lantaran dibakar dendam membara. Ia kesal pernah 'diasingkan' ibunda di dalam gudang.

"Yang bersangkutan bermotif dendam sama ibunya," kata Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Yono Suharto, di kantornya, Jumat (12/4/2013).

Yono mengatakan Erik pernah ditinggal pergi Linda ke Australia pada perayaan Hari Paskah pekan lalu. Bos ekspedisi di Sunter itu menitipkan Erik di dalam gudang kantornya. Sedangkan ayah Erik tengah menderita stroke.

"Di sana ada karyawan yang ngurusin dia. Di situ, dia merasa diasingkan. Pemicunya dari situ. Ibunya pergi sendiri ke Australia karena dua adik pelaku di Australia. Satu bekerja dan kuliah," ujar Yono.

Yono menceritakan pembunuhan berdarah itu berawal saat Linda sedang menyiapkan sarapan pagi di ruang makan di rumahnya di Jalan Agung Perkasa X, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 06.00 WIB.

"Tiba-tiba dari belakang, dengan golok atau pisau daging si pelaku membacok ibunya ke kepala, punggung, tangan dan kaki. Mungkin mau dimutilasi sama dia. Ibunya sempat lari ke halaman. Teriak minta tolong sambil guling-guling menahan sakit," papar Yono.

Warga sekitar datang menolong Linda dan membawa ibu 3 anak itu ke RS Mitra Kemayoran. Sayangnya, nyawa Linda tidak bisa diselamatkan.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%