detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 23:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 12/04/2013 11:40 WIB

9 Orang Tewas Akibat Kekerasan Sektarian di Mesir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mohamed Morsi (AFP)
Kairo, - Korban jiwa kembali bertambah akibat kekerasan sektarian di Mesir. Dalam beberapa hari terakhir, sudah 9 orang yang tewas akibat bentrokan antara warga Kristen Koptik dan muslim tersebut.

Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan seperti dilansir News.com.au, Jumat (12/4/2013, korban jiwa ke-9 itu adalah seorang pemuda berumur 21 tahun yang meninggal pada Kamis, 11 April akibat luka-luka yang dideritanya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir Yahya Moussa mengatakan, pria muslim itu tewas akibat luka-luka bakar yang dialaminya setelah bom molotov dilemparkan ke arahnya, saat bentrokan awal pekan ini.

Pada 5 April lalu, warga Kristen Koptik dan muslim bentrok di El Khusus, sebelah utara ibukota Kairo. Bentrokan ini terjadi setelah beberapa anak-anak Kristen Koptik menggambar tanda salib di dinding depan sebuah institusi agama Islam di Qalyubiyah. Lima orang tewas dalam insiden itu.

Kemudian pada 7 April lalu, bentrokan serupa kembali terjadi di luar gedung Katedral Ortodoks Koptik St. Mark di Kairo. Insiden ini terjadi menyusul prosesi pemakaman yang digelar untuk empat warga Kristen yang tewas dalam insiden di El Khusus. Sedikitnya dua orang tewas dan hampir 100 orang luka-luka dalam kerusuhan tersebut.

Tak lama setelah kejadian itu, Presiden Mesir Mohamed Morsi mengeluarkan kecaman atas kekerasan sektarian tersebut. Morsi bahkan menyebut bahwa kekerasan di gedung Katedral itu juga merupakan serangan terhadap dirinya. Morsi pun memerintahkan penyelidikan segera atas insiden tersebut.

Setelah seremoni pemakaman itu, kerusuhan kembali terjadi di El Khusus dan menewaskan satu orang. Pada 10 April waktu setempat, ratusan orang turun ke jalan-jalan di Kairo untuk menyerukan persatuan nasional. Selama aksi demo itu, para demonstran menyerukan persatuan antara warga muslim dan Kristen Koptik di negeri itu.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
87%
Kontra
13%