detikcom
Jumat, 12/04/2013 11:40 WIB

9 Orang Tewas Akibat Kekerasan Sektarian di Mesir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mohamed Morsi (AFP)
Kairo, - Korban jiwa kembali bertambah akibat kekerasan sektarian di Mesir. Dalam beberapa hari terakhir, sudah 9 orang yang tewas akibat bentrokan antara warga Kristen Koptik dan muslim tersebut.

Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan seperti dilansir News.com.au, Jumat (12/4/2013, korban jiwa ke-9 itu adalah seorang pemuda berumur 21 tahun yang meninggal pada Kamis, 11 April akibat luka-luka yang dideritanya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir Yahya Moussa mengatakan, pria muslim itu tewas akibat luka-luka bakar yang dialaminya setelah bom molotov dilemparkan ke arahnya, saat bentrokan awal pekan ini.

Pada 5 April lalu, warga Kristen Koptik dan muslim bentrok di El Khusus, sebelah utara ibukota Kairo. Bentrokan ini terjadi setelah beberapa anak-anak Kristen Koptik menggambar tanda salib di dinding depan sebuah institusi agama Islam di Qalyubiyah. Lima orang tewas dalam insiden itu.

Kemudian pada 7 April lalu, bentrokan serupa kembali terjadi di luar gedung Katedral Ortodoks Koptik St. Mark di Kairo. Insiden ini terjadi menyusul prosesi pemakaman yang digelar untuk empat warga Kristen yang tewas dalam insiden di El Khusus. Sedikitnya dua orang tewas dan hampir 100 orang luka-luka dalam kerusuhan tersebut.

Tak lama setelah kejadian itu, Presiden Mesir Mohamed Morsi mengeluarkan kecaman atas kekerasan sektarian tersebut. Morsi bahkan menyebut bahwa kekerasan di gedung Katedral itu juga merupakan serangan terhadap dirinya. Morsi pun memerintahkan penyelidikan segera atas insiden tersebut.

Setelah seremoni pemakaman itu, kerusuhan kembali terjadi di El Khusus dan menewaskan satu orang. Pada 10 April waktu setempat, ratusan orang turun ke jalan-jalan di Kairo untuk menyerukan persatuan nasional. Selama aksi demo itu, para demonstran menyerukan persatuan antara warga muslim dan Kristen Koptik di negeri itu.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close