Detik.com News
Detik.com
Selasa, 09/04/2013 18:20 WIB

Kantor PPP Magelang Dirusak OTK, Kaca Pintu Pecah Berantakan

Tri Joko Purnomo - detikNews
Kantor PPP Magelang Dirusak OTK, Kaca Pintu Pecah Berantakan Tri Joko Purnomo/detikcom
Magelang - Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Kaca-kaca pecah berantakan. Pengurus partai merasa tak mempunyai musuh dan berencana melapor ke polisi.

Kantor PPP Magelang terletak di Jalan Magelang-Yogyakarta, tepatnya di Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan. Tak ada saksi yang melihat perusakan. Juga, tak ada jejak yang tersisa. Kerusakan diketahui, Selasa (9/4/2013) siang.

Petugas kebersihan, Yusron, sama sekali tidak melihat orang yang diduga melakukan perusakan itu. Ia menduga rusaknya kaca akibat pukulan benda tumpul. Sebab, di lokasi, tak ada batu atau jejak lain.

"Tidak ada orang yang datang. Tahu-tahu kaca sudah pecah," katanya.

Sekretaris DPC PPP Magelang Lilik Tri Handoko mengaku tidak bisa menduga siapa pelaku perusakan. Sejauh ini, partainya tidak ada masalah dengan pihak manapun. "Kalau dikaitkan dengan pemilihan Bupati Magelang, kayaknya kok terlalu jauh," katanya di lokasi.

Untuk menyikapi hal tersebut, Lilik menyatakan pihaknya akan segera menggelar rapat dengan pengurus lain. "Bisa saja, nanti kami laporkan ke polisi," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%