Detik.com News
Detik.com
Senin, 08/04/2013 17:42 WIB

Dalam 2 Pekan, Polres Jakbar Tangkap 20 Pelaku Curanmor

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Polres Jakarta Barat dua minggu terakhir berhasil ungkap 10 kasus pencurian kendaraan bermotor dengan berbagai modus operandi. Jumlah tersangka yang ditangkap dari 10 kasus tersebut, berjumlah 20 orang.

"Ada pencurian kekerasan dengan pepet lalu nodong, ada juga yang pencurian menyamar jadi pemulung," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Hariyadi kepada wartawan di Mapolres Jakbar, Jl S Parman, Jakarta, Senin (8/3/2013).

Hengki mengatakan, tiga dari 20 orang tersanga ditangkap diketahu sebagai kawanan dari Lampung. Ketiga orang tersebut berhasil ditangkap di kawasan Mangga Besar, Jakbar.

"Pelaku dari kelompok lampung sudah berkali-kali lakukan aksinya. Dan kita tangkap sebelum lakukan kejahatan, kita berhasil amankan beberapa tersangka dan 12 kunci letter T," ujar Hengki.

Hengki mengatakan, polisi berhasil mengamankan barang bukti 10 unit sepeda motor dan 3 unit mobil. Selain itu polisi juga mengamankan 1 bilah pisau badik dan pistol jenis revolver.

"Seluruh tersangka dikenakan Pasal 363 dan Pasal 365 dengan hukuman maksimal di atas lima tahun penjara," imbuh Hengki.

(spt/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%