detikcom
Jumat, 05/04/2013 17:14 WIB

KPU: Banyak Parpol Protes Kuota 30% Caleg Perempuan

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Batas akhir pendaftaran Calon Legislatif untuk Pemilu 2014 sebentar lagi. Namun menurut Komisi Pemiluhan Umum (KPU) masih banyak partai politik yang keberatan dengan adanya kuota 30 persen bagi kaum perempuan.

"Masih ada yang keberatan, jadi mereka maunya kalau bisa aturan berubah," ujar Komisioner KPU, Sigit Pamungkas kepada wartawan setelah diskusi di KPU, Jumat (5/4/2013).

Sigit mengatakan, dari 12 Partai Politik yang menjadi peserta pemilu belum diketahui ada berapa parpol yang sudah memenuhi syarat itu. "Tidak bisa di deteksi," ujarnya.

Sigit juga mengatakan, saat ini KPU sudah lakukan beberapa persiapan untuk pendaftaran Caleg pada 9 April 2013 nanti. Menurutnya KPU telah membuat tim Internal untuk membantu penerimaan.

"Persiapan KPU sudah lakukan persiapan dengan bentuk tim-tim internal penerimaan pendaftaaran dan kita juga melakukan briefing kembali mengenai persyaratan yang harus dipenuhi syarat pencalonan di partai. Dan berjenjang lakukan sosialisi dari atas smpai kebawah," ujar lelaki yang gunakan batik itu.

Sidik juga tegaskan KPU tidak akan merubah jadwal pendaftaran calon legislatif. Dan sampai saat ini KPU tidak menemukan ada kendala dalam proses yang sedang berlangsung.

"Kita tidak ada pemikiran pengunduran tanggal kembali," imbuhnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%