detikcom
Jumat, 05/04/2013 15:12 WIB

Korut Kembali Siapkan 2 Rudal Untuk Diluncurkan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (Sky News)
Pyongyang - Di tengah situasi yang semakin memanas di semenanjung Korea, Korea Utara (Korut) terus saja melakukan tindakan provokatif. Kali ini, negara komunis ini memindahkan dua rudal jarak menengahnya ke pantai timur dan mempersiapkannya untuk diluncurkan.

Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat tinggi pemerintahan Korea Selatan (Korsel) yang dikutip oleh kantor berita Yonhap dan dilansir AFP, Jumat (5/4/2013). Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) yang sebelumnya mengkonfirmasi pergerakan rudal pertama Korut, menolak untuk menanggapi laporan baru ini.

"Telah dipastikan bahwa Korut, awal minggu ini, memindahkan dua rudal jarak menengah, Musudan, dengan menggunakan kereta ke wilayah pantai timur dan memasangnya pada kendaraan yang dilengkapi dengan landasan peluncur," ujar si pejabat yang dikutip Yonhap.

Pejabat yang identitasnya dirahasiakan itu, menyebutkan bahwa kendaraan pembawa rudal tersebut disiagakan di dalam fasilitas khusus yang ada di bawah tanah. "Korut nampaknya berniat meluncurkan rudal tanpa memberi peringatan sebelumnya," imbuhnya.

Jika benar adanya, maka langkah ini merupakan pergerakan terbaru yang dilakukan Korut setelah beberapa minggu terakhir, terus melontarkan ancaman serangan nuklir kepada musuh-musuhnya, terutama Amerika Serikat (AS) dan Korsel. Sikap Korut tersebut dipicu oleh kemarahannya atas sanksi yang dijatuhkan PBB dan latihan militer gabungan yang dilakukan AS-Korsel.

Menghadapi ancaman dan tindakan Korut yang seperti ini, AS menyatakan, pihaknya akan melakukan seluruh langkah antisipasi yang diperlukan.

Rudal Musudan memang belum pernah diuji coba sebelumnya, namun diyakini memiliki jarak jangkauan hingga 3.000 km. Bahkan jika dimaksimalkan bisa mencapai 4.000 km, namun dengan membawa muatan yang lebih ringan. Hal tersebut berarti, rudal ini mampu menjangkau seluruh wilayah Korsel maupun Jepang, dan kemungkinan mencapai markas militer AS di Guam, Pasifik.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%