Kamis, 04/04/2013 06:44 WIB

Pornografi Merisaukan, Tifatul Kirim Surat ke Twitter

Indra Subagja - detikNews
ilustrasi
Jakarta - Pornografi di twitter tengah mewabah lewat media sosial. Salah satu yang terpantau yakni di twitter. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun sudah mewanti-wanti hal ini. Menyikapi itu, Menkominfo Tifatul Sembiring pun memberi respons. Apa?

"Kita lagi pantau, kita akan berupaya menyurati twitter dan youtube," jelas Tifatul saat ditemui detikcom di sela-sela acara Dewan Pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (3/4/2013) malam.

Memang, akhir-akhir ini twitter menjadi salah satu ajang sejumlah akun menyebarkan pornografi. Ada akun-akun tertentu yang jelas-jelas memposting gambar tak pantas. Yang merisaukan, bagaimana kalau followers-nya ada pelajar atau anak di bawah umur.

"Kita akan menjalin kerjasama, menjaga lalu lintas twitter," imbuhnya.

Tapi, dia menegaskan, bukan berarti ada penutupan twitter di Indonesia. "Tidak seperti itu, kita tidak akan blokir seperti di Arab Saudi," imbuhnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%