detikcom
Selasa, 02/04/2013 11:14 WIB

Paripurna Molor Hampir Sejam, 241 Anggota DPR Bolos

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Sidang paripurna di gedung DPR hari ini molor 50 menit dari jadwal yang ditentukan pukul 10.00 WIB. Sidang baru dimulai sekitar pukul 10.50 WIB. Dalam daftar absensi di depan ruang rapat paripurna sudah 319 anggota DPR yang tanda tangan.

Berdasarkan daftar kehadiran pukul 10.50 WIB, Selasa (2/4/2013), anggota yang belum hadir ada 241 dari total 560 anggota dewan. Sebelumnya pada pukul 10.00 WIB, baru 89 anggota DPR yang menandatangani absensi kehadiran.

Anggota Fraksi Demokrat yang hadir 98 anggota, Golkar 60, PDIP 50, PKS 29, PAN 24, PPP 17, PKB 16, Gerindra 14, dan Hanura 14.

Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Pramono Anung membahas 4 agenda yang seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB. Agenda pertama, penyampaian ikhtiar hasil pemeriksaan BPK semester II tahun 2012; kedua, laporan komisi XI mengenai pembahasan calon gubernur BI.

Agenda ketiga, laporan Komisi III tentang calon pengganti hakim MK dan keempat, laporan BURT mengenai hasil penyempurnaan rancangan peraturan tentang peliputan pers dilanjutkan pengambilan keputusan.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/rmd)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%