detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 31/03/2013 15:08 WIB

Palopo Pos Dibakar Massa dengan Tabung Gas dan Bom Molotov

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Kota Polopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendadak mencekam setelah ratusan massa membakar gedung-gedung di kota itu. Kantor berita Palopo Pos pun ikut dibakar massa dengan menggunakan tabung gas dan bom molotov.

"Kantor Palopo Pos dibakar oleh puluhan orang," ujar pegawai Palopo Pos, Sudar saat dihubungi detikcom, Minggu (31/3/2013).

Menurut Sudar, sekitar pukul 13.00 WITA ratusan massa berkumpul di kantor Wali Kota Palopo. Namun sejam kemudian, pihak Palopo Pos mendapatkan teror via menyebutkan kantor berita itu akan dibakar.

"Teman-teman pergi ke polisi dan tentara tetapi semua aparat terkonsentrasi di kantor Wali Kota," terangnya.

Tidak berapa lama setelah kepergian karyawan Palopo Pos untuk meminta pengamanan, puluhan massa tiba-tiba muncul di depan kantor tersebut dan mulai melempari kantor itu.

"Anak-anak kecil bawa tabung gas tiga kilo lalu dibakar. Kami juga dilempari bom molotov," kata Sudar.

Atas peristiwa itu, salah seorang wartawan sempat terperangkap di dalam gedung. Namun berhasil menyelamatkan diri. Lantai satu kantor tersebut habis terbakar, sementara lantai dua hanya sebagian.

"Kondisi saat ini di Palopo masih mencekam. Aparat masih melakukan pengamanan," ucapnya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fiq/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%