detikcom
Minggu, 31/03/2013 11:15 WIB

Status Perang, Ini Peta Kekuatan Militer Korut dan Korsel

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Halaman 1 dari 2
Seoul, - Korea Utara memaklumatkan 'keadaan perang' dengan Korea Selatan. Situasi di Semenanjung Korea itu pun lantas panas dengan hadirnya 3 kekuatan militer di sana.

Ketiga kekuatan militer itu tidak hanya Korea Utara dengan Korea Selatan, tetapi juga hadirnya militer Amerika Serikat (AS) yang mendukung Korsel. Jika kedua negara serumpun ini memutuskan untuk berperang, maka kekuatan sumber daya militer sangatlah penting.

Seperti diberitakan AFP, Minggu (31/3/2012), dari data kekuatan militer yang dilaporkan oleh International Institute of Strategic Studies global yang berbasis di London, Inggris pada tahun 2011, Korea Utara pada tahun 2008 menganggarkan belanja militer sebesar US$ 8.2 miliar atau 22-24 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara itu. Sementara itu, Korea Selatan pada tahun 2012 mengeluarkan sekitar US$ 30.8 miliar atau sekitar 2.7 persen dari PDB negara itu untuk militer.

Harus diingat, Korea Selatan mendapatkan backup dari sekutunya Amerika Serikat (AS) yang memiliki senjata nuklir. Korea Utara juga mengklaim memiliki senjata nuklir yang potensial setelah melakukan ujicoba senjata nuklir untuk kali ketiganya pada Februari lalu.

Berikut data lengkap kekuatan militer Korea Utara-Korea Selatan-AS dari segi jumlah personel pasukan dan alat tempur:

Korea Utara

Angkatan Darat

Pasukan Aktif 1.2 juta
Cadangan/Paramiliter 5-7.7 juta
Tank 4.100
Kendaraan pegangkut 2.500
Kendaraan artileri 8.500
Roket 5.100
Mortar 7.500
Senjata Pertahanan Udara 11.000

Angkatan Udara

Pesawat Tempur 820
Helikopter 300 Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%