detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 30/03/2013 15:10 WIB

Mulai 2014 Calon Dokter dan Guru Mendapat Beasiswa Bidik Misi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Mendikbud M. Nuh.
Semarang, - Ada yang baru pada program beasiswa Bidik Misi untuk tahun 2014. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh mengatakan target beasiswa Bidik Misi akan diperluas yaitu untuk mahasiswa program profesi.

"Yang baru dari Bidik Misi untuk tahun depan adalah kita akan alokasikan juga untuk profesi," kata M. Nuh sebelum mengikuti acara Dies Natalis ke-48 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (30/3/2013).

Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan, bidik misi untuk profesi tersebut nantinya ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu tapi akademik memadai di bidang profesi. Ia mencontohkan jika ada lulusan bidang pendidikan yang ingin mengajar menjadi guru harus melalui sertifikasi profesi, dalam proses sertifikasi itulah bidik misi dialokasikan.

"Misal juga anak-anak yang mengambil fakultas kedokteran. Kalau S.ked belum boleh menyuntik, maka perlu profesi dokter. Selama profesi dokter nanti akan kita bantu," tandasnya.

Dengan diperluasnya target beasiswa bidik misi di bidang profesi, diharapkan nantinya mahasiswa bisa lulus dan mendapat pekerjaan sesuai dengan profesinya.

"Jadi adik-adik yang menempuh jalur profesi itu lulus sudah siap enggak perlu mikir profesi kayak apa. Jadi kita bantu sekalian lunas gitu lho, enggak ucrit-ucrit," papar M. Nuh.

Sementara itu untuk bidik misi tahun ini, lanjut M. Nuh, setidaknya sudah 50 ribu mahasiswa memperolehnya. Dana yang dialokasikan pemerintah untuk bidik misi tahun ini adalah sebesar Rp 1,4 triliun.

"Tahun ini angkatan baru ada 50 ribu anak. Kalau ada APBNP akan kita tambah, tapi yang sudah dialokasi 50 ribu, jadi totalnya skrg menjadi 142 ribu sampai 150 ribuan anak," tandas M. Nuh.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(alg/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%