detikcom

Kamis, 28/03/2013 14:57 WIB

Sama-sama Punya Porsche, Bos Narkoba Danny dan F Berkaitan?

Pandu Triyuda - detikNews
Porsche Danny (kanan), Porsche F(kiri)
Jakarta - Danny Leonardi dan F sama-sama memiliki mobil mewah Porsche Panamera. Mereka juga sama-sama ditangkap karena kasus narkoba. Mungkinkah keduanya satu jaringan?

Danny ditangkap polisi setelah mobil Porsche bernopol B 88 DAN yang dikendarainya kecelakaan di kawasan Sudirman, Jaksel. Di dalam mobil, dia kedapatan membawa pil happy five lebih dari 500 butir. Polisi kini sudah menyimpulkan bahwa Danny adalah pengedar narkoba. Mobil seharga Rp 2-3 miliar itu kini teronggok di Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sementara BNN pada pekan lalu juga menangkap seorang bos narkoba sindikat Aceh. Dia adalah F (35), yang sudah diintai sejak pertengahan 2012 lalu. Bersama F, BNN juga mengamankan asetnya berupa mobil Porsche Panamera bernopol B 99 FAI, BMW mewah 640i bernopol B 99 FAL dan Honda City nopol B 2229 GI.

F juga diketahui memiliki aset berupa 1 unit rumah di Raffles Hills Cibubur, sebuah pom bensin, lahan yang ditaksir seharga Rp 10 miliar, ruko, dan hotel yang ditaksir seharga Rp 20 miliar. Properti tersebut seluruhnya berada di Aceh.

Meski ditangkap oleh dua lembaga berbeda, mungkinkah dua orang bos narkoba itu berkaitan? Belum ada yang menjawab pasti. Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto sudah memberi sinyalemen tersendiri.

"Tidak ada hubungannya," kata Rikwanto.

Pihak BNN hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mad/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
69%
Kontra
31%