Kamis, 28/03/2013 11:58 WIB

Warga Yogya Demo: Preman Bukan Pahlawan

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Ratusan warga Yogyakarta dari berbagai organisasi kemasyarakat (ormas) dan kelompok menggelar aksi demo menolak premanisme. Mereka menuntut aparat untuk bersikap tegas dalam memberantas aksi premanisme.

Aksi tersebut diawali dari halaman gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, Kamis (28/3/2013) menuju titik nol kilometer di simpang empat kantor Pos Besar Yogyakarta. Beberapa peserta aksi diantaranya Kotikam (Komando Inti Keamanan), Forum Jogja Rembug (FJR), FKPPI, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan warga masyarakat Kecamatan Gedong Tengen dan lain-lain.

Sebelumnya massa anggota Kotikam melakukan apel siga di halaman DPRD DIY. Mereka kemudian bergabung menjadi satu dengan peserta aksi lainnya. Dalam aksi tersebut massa dari Gafatar membawa poster kecil diikat dengan lidi bertuliskan "Gak Usah ke Jogja kalau cuma bikin rusuh". Sepanjang aksi berlangsung massa juga meneriakkan yel-yel "stop premnisme".

Salah satu peserta aksi Ny Ipung Purwandari seorang pengusaha jasa wisata di daerah Sosrowijayan Wetan Kecamatan Gedong Tengen Kota Yogyakarta dalam orasinya juga mendukung pemberantasan premanisme. Sebab adanya premanisme dapat menganggu bisnis dan usaha jasa pariwisata.

Menurut dia, warga Yogyakarta saat ini masih bersikap diam bukan berarti lemah atau tidak berdaya. Namun masih bersikap toleran. Namun sikap dia itu ada batasnya. Saat ini warga Yogyakarta juga mendukung sikap Gubernur DIY Sri Sultan yang meyatakan agar warga masyarakat dari luar Yogyakarta untuk bisa menghargai adat istiadat masyarakat Yogyakarta.

"Preman itu bukan pahlawan. Kami dukung aparat berantas preman sampai ke akar-akarnya," kata ketua RW 06 Sosrowijayan Wetan itu.

"Kami menyatakan menentang keras segala bentuk aksi kekerasan dan premanisme. Kami siap membantu memberantas premanisme demi keamanan, kenyamanan, dan ketertiban Yogya," kata Wakil Ketua KOTIKAM DIY David Koes Pratopo, Kamis (28/03/2013).

Aksi berakhir di titik nol kilometer dan masing-masing ormas kemudian membubakan diri.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bgs/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%