Kamis, 28/03/2013 00:03 WIB

Status Gunung Dieng Naik dari Waspada Menjadi Siaga

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Status Gunung Api Dieng di Jawa Tengah telah naik dari Waspada menjadi Siaga. Peningkatan ini ditandai peningkatan intensitas gempa hingga 48 kali sejak Selasa (27/3).

"Terhitung Rabu (27/3) pada 23.30 WIB, peningkatan status Gunung Dieng ditingkatkan dari waspada menjadi siaga. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Dieng, dimana pada Selasa (27/3) pukul 12.00-18.00 WIB telah terjadi 3 kali gempa vulkanik dan 1 kali gempa hemnisan. Sementara pada 18.00 hingga 22.31 WIB terjadi peningkatan yang sangat mencolok yaitu 48 kali Gempa Vulkanik," ujar Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers nya kepada detikcom, Rabu (27/3/2013).

Menurut Sutopo, selama 2 hari sejak 26 Maret lalu, cuaca di sekitar Gunung Dieng terpantau cerah. Akan tetapi, ketika mendekati arah kawah, tercium aroma belerang yang kuat disertai uap air dan gas beracun putih.

Selama 26 hingga 27 Maret, dari 18.00 WIB malam hingga 06.00 pagi WIB keesokan harinya, secara visual cuaca cerah, angin tenang, uap air disertai gas beracun putih tebal meluncur sejauh sekitar 50-500 m dari Kawah Timbang, belerang tercium lemah pada jarak 1.000 m dari Kawah Timbang ke barat dan tercium tajam 1.000 m ke selatan," jelasnya.

Sehingga dia mengingatkan agar tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar kawah dalam radius 1 km. Selain itu, BNPB juga telah meminta kepada pemerintah setempat untuk mengambil langkah antisipasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait peningkatan aktivitas gunung.

"Dalam kondisi Siaga Dieng, direkomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 1 km dari Kawah Timbang. Terkait dengan hal tersebut, Kepala BNPB telah memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah dan BPBD Banjarnegara untuk mengambil langkah antisipasi. Sosialisasi kepada masyarakat ditingkatkan dan masyarakat diimbau tetap tenang," ujar Sutopo.

"Tim Reaksi Cepat BNPB malam ini akan menuju Banjarnegara untuk berkoordinasi dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan upaya yang diperlukan," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%