detikcom
Selasa, 26/03/2013 17:10 WIB

Pak Haji Korban Perampokan di Jaktim Pengusaha Jual-Beli Mobil

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Haji Muksin (50), korban aksi perampokan siang bolong di Buaran, Jakarta Timur, merupakan pengusaha jual beli mobil bekas. Saat itu korban hendak membeli mobil.

"Pengusaha mobil jual beli motor bekas showroom Mahmud Jaya motor," ujar Wakapolsek Cakung, Akp Supadman, saat dihubungi, Selasa (26/3/2013)

Menurutnya saat itu korban baru saja mengambil uang dari bank untuk membeli mobil bekas. "Ambil uang Rp 95 juta buat beli mobil Nissan X-trail," tuturnya

Supadman menduga para pelaku sebelumnya telah mengikuti korban dari bank. "dan di Perempatan Jalan Rajiman para pelaku langsung beraksi," tuturnya.

Hingga saat ini polisi masih belum dapat mengidentifkasi para pelaku. Uang Rp 95 juta berhasil dibawa lari.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(edo/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%