detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/03/2013 16:34 WIB

Tabrak 2 Orang Hingga Tewas, Sopir Livina Maut Terancam 12 Tahun Bui

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Masih ingat dengan peristiwa tabrakan Livina maut yang menewaskan 2 orang saat sedang makan pecel lele di pinggir jalan Ampera, Jakarta Selatan? Sang Sopir Andhika Pradipta kini disidang dan terancam 12 tahun penjara.

"Terdakwa dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia," kata Jaksa Penuntut Umum, Arya Wicaksana saat membacakan surat dakwaan di ruang sidang PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (26/3/2013).

Arya mendakwa Andika dengan sejumlah pasal. Perbuatan Andhika hingga menghilangkan dua nyawa didakwa dengan pasal 311 ayat 5 UU no 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 24 juta. Andhika juga didakwa dengan pasal 311 ayat 4 karena telah menyebabkan korban luka berat dengan ancaman 10 tahun pidana dan denda maksimal Rp 20 juta.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 311 ayat 2, 4 ,5 dan 312 UU no 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ucap Arya.

Sidang yang diketuai oleh Matheus Samiadji ini berlangsung sekitar 30 menit. Usai jaksa membacakan dakwaan, Hakim menawarkan pembelaan terhadap Andhika, namun ditolak.

"Tidak mengajukan keberatan yang mulia," kata Hidayat Bostam menjawab pertanyaan hakim.

Sidang ditunda pekan depan Selasa (2/4) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum mengatakan Andhika telah memenuhi tanggung jawabnya terhadap korban. Dia berharap agar hukuman yang dijatuhkan hakim bisa ringan.

"Korban-korban sudah diganti rugi, motor santunin. Jadi sekarang tinggal proses menjalani hukuman," ucap Hidayat usai sidang.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(slm/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%