Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/03/2013 13:38 WIB

Perang Suku Pecah Usai Anggota DPRD Tikam Pejabat Pemda, Wamena Mencekam

Wilpret Siagian - detikNews
Perang Suku Pecah Usai Anggota DPRD Tikam Pejabat Pemda, Wamena Mencekam
Jayapura - Seorang pejabat Pemda di Papua, Yustinus Gwijangge, ditikam hingga tewas oleh anggota DPRD Nduga berinisial RK. Kelompok masyarakat terlibat perang terbuka. Kota Wamena mencekam.

Aktivitas ekonomi warga Wamena, Jayawijaya, Papua, terganggu. Warga enggan keluar dan kios-kios di Pasar Sinakma tutup.

Kapolres Jayawijaya AKBP Fernando S Napitupulu menjelaskan, saat ini situasi sudah kondusif. Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw bersama Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo bersama petinggi TNI-Polri turun langsung memediasi dan berdialog dengan kedua pihak yang bertikai, Senin (25/3) kemarin.

"Masih dilakukan pertemuan dengan para kepala suku kedua belah pihak," kata Napitupulu saat dihubungi detikcom, Selasa (26/3/2013).

Napitupulu menyatakan belum ada data pasti soal korban akibat akibat perang tersebut. Ia meminta semua pihak menahan diri. "Jangan ada lagi pertumpahan darah. Hentikan peperangan, kita bisa bicara dan selesaikan masalah ini dengan baik," harapnya.

Perang terjadi dua hari terakhir, Minggu (24/3) dan Senin (25/3). Warga korban penikaman dan pelaku saling serang.

TNI-Polri bersiaga di lokasi peperangan untuk mencegah meluasnya aksi tersebut. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak, hanya berusaha menenangkan massa dengan pendekatan persuasif.

Yustinus, Kepala Bagian Pemerintahan Nduga, Papua, ditikam RK, Sabtu (23/3) lalu. Insiden itu terjadi di sebuah hotel di Wamena dalam rapat soal pemekaran distrik kabupaten Nduga. Pelaku juga melukai seorang pelajar dan rekannya sesama anggota DPRD dengan senjata tajam.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%