detikcom
Senin, 25/03/2013 13:17 WIB

3 Kali Tak Penuhi Panggilan Kejaksaan, Susno Duadji Bisa Dicegah

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Terdakwa korupsi penanganan perkara PT Salmah Aruwana Lestari (PT SAL) dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008, Komjen Pol (Pur) Susno Duadji terancam dicegah bepergian keluar negeri. Hingga tiga kali dipanggil kejaksaan untuk dieksekusi, Susno tidak juga datang.

"Sampai sekarang belum hadir. Pendapat kita harus dieksekusi seluruhnya denda, biaya perkara, dan pidana," kata Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Amir Yanto kepada wartawan, di Kejari Jaksel, Jalan Ranco, Jakarta, Jumat (25/3/2013).

Mangkirnya Susno hingga tiga kali, menurut Amir bisa membuat kejaksaan mengambil langkah pencegahan terhadap Susno. Namun Amir belum tahu kapan pencegahan tersebut akan dilakukan.

"Kita sudah memikirkan langkah-langkah ke arah itu (cekal)," ucap Amir.

Amir juga menambahkan hingga kini status Susno belum menjadi buron. Kejaksaan masih terus mengkaji langkah-langkah hukum yang akan dilakukan.

"Belum DPO sementara kita pikirkan langkah-langkah yang lebih baik," katanya.

PN Jaksel memutuskan Susno 3.5 tahun pidana karena terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Aruwana Lestari. Ketika menjabat Kabareskrim Polri, Susno menerima hadiah sebesar Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus perusahaan tersebut.

Susno juga dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenangnya dalam penggunaan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Ia dinyatakan terbukti memangkas Rp 4.208.898.749, dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008, untuk kepentingan pribadi. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta.

Tidak terima, Susno Kasasi awal Desember 2012 dan kandas. Namun Susno Duadji menolak eksekusi vonis kasasi Mahkamah Agung terhadapnya karena dinilai tidak sesuai hukum.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%