detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 23/03/2013 15:01 WIB

Kemenkum HAM Pastikan Standar Penjagaan Lapas Sleman Terpenuhi

Rina Atriana - detikNews
Denny Indrayana (Ari S/ detikcom)
Jakarta - Empat tahanan Polda DIY di LP Sleman tewas ditembak orang tak dikenal. Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengatakan, penjagaan Lapas saat insiden itu terjadi sudah sesuai Standar Operational Procedure (SOP).

"SOP lengkap termasuk masalah pengamanan di lapas. Mereka di bawah tekanan senjata, sehingga menyebabkan insiden ini terjadi," kata Denny, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (23/3/2013).

Denny mengatakan petugas jaga memiliki senjata, hanya situasi di lapangan kadang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan.

"Senjata ada. Tapi dalam situasi semacam ini siapa yang dihadapi teman-teman di lapangan tidak selalu mudah seperti yang dipikirkan," ujarnya.

Menurut Denny, sejauh ini selalu dilakukan evaluasi terkait peraturan lapas. "Evaluasi selalu dilakukan terus dan banyak langkah perbaikan yang sudah, telah, dan sedang kita laksanakan. SOP mislanya, saya review semuanya dan isinya. Tidak hanya karena insiden ini," ungkapnya.

4 Tersangka pengeroyokan prajurit Kopassus merupakan tahanan titipan Polda DIY. Kopassus mengklarifikasi mereka tidak ada hubungannya dengan penyerbuan ini.

"Sejauh ini tidak ada keterlibatan anggota kita," tegas Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rnld/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%