Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 23/03/2013 06:51 WIB

Diserbu Orang Bersenjata, 4 Tahanan Lapas Sleman Tewas Ditembak

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Empat penghuni Lapas Sleman, Yogyakarta tewas ditembak. Mereka ditembak sekelompok orang bersenjata dini hari tadi.

Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo mengatakan, orang bersenjata itu memaksa masuk lapas melalui pintu portir. Mereka kemudian meminta petugas menunjukkan kamar empat penghuni.

"Setelah menemukan ada di kamar A5, mereka langsung menembaki 4 penghuni lapas dan mereka meninggal dunia," kata Akbar Hadi dalam keterangannya, Sabtu (23/3/2013).

Penyerangan ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi. Sekelompok penyerang menggunakan topeng saat melakukan aksinya.Kemenkumham belum mengetahui identitas pelaku penyerangan.
Tapi berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, diduga para penyerang anggota Kopassus yang marah atas tewasnya rekan mereka. 4 Pelaku yang ditembak itu terlibat dalam pengeroyokan anggota Kopassus di Cafe Hugos di Yogyakarta beberapa waktu lalu.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%