detikcom
Sabtu, 23/03/2013 01:29 WIB

Israel Minta Maaf ke Turki Atas Tragedi Flotilla

Ferdinan - detikNews
Obama dan Netanyahu (reuters)
Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta maaf kepada pemerintah Turki terkait penyerangan kapal rombongan misi kemanusiaan Freedom Flotilla pada tahun 2010 lalu.

Sebelum berangkat ke Yordania, usai mengakhiri kunjungannya ke Israel, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengungkapkan bahwa Netanyahu dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah berbicara melalui sambungan telepon.

"Amerika Serikat sangat menghargai kemitraan erat baik dengan Turki dan Israel, dan kita sangat mementingkan pemulihan hubungan positif antara mereka dalam rangka untuk memajukan perdamaian dan keamanan regional," kata Obama seperti dilansir Reuters, Jumat (22/3/2013).

Terkait komunikasi telepon ini, kantor Erdogan mengatakan pemerintah Turki menerima permintaan maaf Israel. Pemimpin Turki juga menghargai persahabatan dan kerjasama yang sudah berlangsung lama dengan Yahudi.

Komunikasi antara kedua pemimpin negara ini merupakan kali pertama sejak tahun 2011 saat Netanyahu menelpon Erdogan untuk menawarkan bantuan setelah gempa bumi melanda Turki.

Serangan ke kapal bantuan Turki, Mavi Marmara menewaskan sembilan orang. Kapal ini mengangkut pasokan bantuan ke Gaza pada bulan Mei 2010. Insiden ini menimbulkan kecaman internasional dan membuat renggang hubungan antara Turki dan Israel.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/jor)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%