Kamis, 21/03/2013 18:39 WIB

Apes! Gara-gara Kaos Tulisan 'Wanted', Buronan Ini Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Taipei - Gara-gara kaos yang dikenakannya, seorang buronan di Taiwan malah tertangkap polisi. Masalahnya, buronan ini dengan percaya diri mengenakan kaos bertuliskan 'Wanted' di hadapan polisi.

Si polisi yang sedang berpatroli merasa penasaran dengan kaos yang dikenakan pria tersebut, hingga kemudian datang mendekatinya. Rupanya, si polisi paham bahasa Inggris dan merasa aneh dengan gerak-gerik si buronan.

Seperti disampaikan juru bicara kepolisian setempat, buronan yang diketahui bermarga Wu ini pun diinterogasi polisi. Si polisi bahkan memeriksa status Wu melalui sistem komputer kepolisian. Demikian seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (21/3/2013).

Hingga akhirnya diketahuilah status Wu yang merupakan buronan kasus narkoba. Pria itu pun ditangkap.

Penangkapan Wu ini terjadi di wilayah Huwei, Yunlin, pekan lalu. Saat ini, Wu kembali mendekam di penjara.

Kepada polisi, Wu mengaku mendapat kaos tersebut dari anak laki-lakinya. Dia mengaku sama sekali tidak mengerti bahasa Inggris. Seandainya dia mengerti arti tulisan dalam kaos tersebut, Wu menyatakan dirinya tidak akan pernah memakainya di depan umum.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%