Rabu, 20/03/2013 08:22 WIB

Kemenlu Siap Bantu KPK Lacak Harta Irjen Djoko di Luar Negeri

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelusuri harta-harta yang dimiliki Irjen Djoko Susilo. Kemenlu pun siap membantu KPK untuk menelusuri harta tersangka kasus Simulator SIM itu.

Menurut Menlu Marty Natalegawa menyatakan pihaknya memiliki jalinan kerjasama yang cukup erat dengan KPK. Oleh karenanya, setiap komisi antikorupsi tersebut meminta tolong, Kemenlu melalui perwakilannya pun tak segan langsung membantu.

"Selama ini, setiap kali KPK ada permintaan kasus yang melibatkan Kemenlu perwakilan kita, selalu diberi approach kasus itu dilakukan," kata Marty di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Meski begitu, khusus mengenai kasus Irjen Djoko, Marty belum mendapat informasi soal permintaan bantuan. Namun jika ada, Kemenlu pun akan siap memberikan bantuan.

"Kalau secara keseluruhan, setiap ada permasalahan permintaan kasus selalu kita berikan," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%