Detik.com News
Detik.com

Senin, 18/03/2013 16:36 WIB

Landmark Decision MA: Pengelola Parkir Harus Ganti Kendaraan yang Hilang

Andi Saputra - detikNews
Landmark Decision MA: Pengelola Parkir Harus Ganti Kendaraan yang Hilang Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memilih 7 putusan penting (landmark decision) sepanjang 2012 lalu. Salah satunya soal putusan yang menghukum pengelola parkir harus mengganti kendaraan yang hilang.

"Berdasarkan yurisprudensi, hubungan hukum antara pemilik kendaraan dengan pengusaha parkir adalah Perjanjian Penitipan," demikian siaran pers MA yang diterima detikcom, Senin (18/3/2013).

"Jika dihubungkan dengan pasal 1365, 1366 dan 1367 KUHPerdata maka Tergugat berkewajiban menanggung kehilangan sepeda motor Tergugat di tempat pengelolaan Tergugat sehingga dengan hilangnya sepeda motor milik Penggugat maka pihak Tergugat wajib bertanggungjawab," lanjut MA.

Penggugat tersebut adalah pemilih sepeda motor Honda Tiger, Sumito Y Viansyah sedangkan pengelola parkir yang dimaksud adalah PT Securindo Packtama Indonesia (Secure Parking). Putusan tersebut berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi No 2078/K/Pdt/2009 dengan majelis hakim Imron Anwari, Suwardi dan Prof Dr Hakim Nyak Pha.

"Isu kuncinya hubungan hukum antara pengelola perparkiran dengan pemilik kendaraan sebagai perjanjian penitipan, bukan sekedar sewa menyewa lahan parkir," lanjutnya.

Sumito kehilangan Tiger kesayangannya saat parkir di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan pada 2008 silam. Sumito protes ke petugas Secure Parking karena merasa tidak pernah menyuruh orang lain memindahkan motornya. Sebagai bukti, ia tunjukan kunci motor, STNK dan karcis parkir yang masih di genggaman.

Protes Sumito hanya ditanggapi Secure Parking dengan dibuatkannya Surat Tanda Bukti Lapor (STBL). Merasa tidak puas, Sumito membawa perkaranya ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Saat itu, secure parking hanya bersedia mengganti kerugian sebesar Rp 7 juta. Sumito tidak terima.

Ia menganggap Secure Parking telah lalai dan harus mengganti seluruh kerugian. Karena tidak menemukan titik sepakat, perkara ini kemudian bergulir ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) hingga kasasi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%