detikcom
Senin, 18/03/2013 16:19 WIB

Tipu-tipu Tahanan BNN, Ngaku Beli Jeruk Malah Kabur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Ilustrasi penjara (reuters)
Jakarta - Kaburnya Andi Juanda (39), tahanan narkoba jaringan international milik BNN, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Sukanto, Kramat Jati dikarenakan hendak membeli jeruk. Kejadian tersebut sempat terekam kamera pengaman milik rumah sakit.

"Pasien Andi Juanda pada tanggal 14 Maret 2013 sekitar pukul 10.49 WIB sampai saat ini memang belum kembali," ujar staf humas Rumah Sakit Polri, Umi Rinassari saat ditemui di kantornya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/3/2013).

Umi mengatakan kejadian tersebut sempat terekam kamera pengaman milik rumah sakit polri. Menurutnya saat itu pihak BNN telah melakukan pengamanan.

"Dia (tahanan kabur-red) bersama satpam instansi pengirim dan terekam CCTV. Pelaksana penjagaan dari instansi pengirim seperti sudah sesuai dengan surat kesanggupan yang telah ditandatangani," tandasnya.

Sementara itu Kepala bidang pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kombes Ibnu Hajar mengatakan kaburnya tahanan tersebut karena beralasan hendak membeli buah. Pihak RS tidak melakukan pendampingan karena mempercayai sepenuhnya pengawasan ke BNN.

"Alasanya pingin beli buah, karena ditemenin oleh satpamnya, kita memperbolehkan. Setelah itu kami tidak mengetahui tahanan tersebut ke mana. Tahu-tahu hilang dan tidak balik," kata Ibnu.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%