detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 18/03/2013 06:03 WIB

Salah Satu Pohon Terbesar di Dunia Ada di Kaltim

Robert - detikNews
Pohon Ulin dikelilingi 8 orang (Robert/detikcom)
Kutai Timur - Pohon ulin (Eusideroxylon Zwageri) salah satu pohon besar di dunia yang berada di Sangkima, menjadi ikon Taman Nasional Kutai (TNK) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pohon berdiameter 2,47 meter itu diperkirakan telah berusia lebih dari seribu tahun.

Dalam rangka 'Journalist Field Trip to Kutai National Park', Minggu (17/3/2013), pohon raksasa ini berdiri kokoh setinggi 30 meter. Untuk mencapai lokasi pohon ini dapat dilakukan dari Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sangata, Kutai Timur. Lalu dilanjutkan jalan kaki sejauh 800 meter memasuki hutan hujan tropis setempat dengan pengawalan petugas TNK.

Status pohon ini sebagai salah satu pohon terbesar di dunia ditemukan oleh Watanabe, seorang peneliti flora asal jepang, pada tahun 1993. Pohon ini hanya ada di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

"Ini pohon tertua jenis ulin terbesar di dunia. Diameter 2,47 meter dan diperkirakan ada banyak pohon lain sejenis berdiameter besar, dengan usia diperkirakan 1.000 tahun," ujar petugas pengaman Hutan TNK bernama Sarju.

Tahun 1993, Watanabe yang berasal dari Universitas Kyoto bersama Rektor Universitas Ujung Pandang saat itu yakni Nengah Wirawan. "Ulin lainnya di TNK ini berdiameter 70-80 cm, per tahun terjadi pertambahan hanya 0,8 milimeter. Pohon ulin memang sangat lambat pertumbuhannya" ujar Sarju.

Sejak ditemukan, pohon ini mengundang para peneliti mancanegara dan turis asing datang ke Kutai Timur untuk melihat pohon tersebut. Ironisnya, wisatawan domestik sangat jarang berkunjung untuk menyaksikan pohon langka ini.

"Ada turis Jepang, Inggris, Hungaria, Jerman, Kanada sampai Amerika Serikat yang datang ke sini, melihat dari dekat pohon ulin ini. Justru sebaliknya, turis domestik dalam negeri minim kunjungan ke sini," keluh Sarju.

Belum lagi ancaman pembalakan liar yang kerap terjadi di hutan-hutan Kalimantan. Nilai jual kayu dari pohon ini yang menggiurkan menjadi satu-satunya alasan oknum tak bertanggung jawab merusak pohon yang rimbun ini.

"Pohon ulin ini menjadi primadona perambah hutan dan pembalak liar dengan harga jual bisa mencapai Rp 7 juta perkubiknya. Tidak sedikit kita temukan tumpukan kayu ulin yang sudah diolah dan siap jual. Ini benar-benar kondisi yang memprihatinkan tapi fakta ini terjadi di TNK," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sangata Hernowo Supriyanto terpisah.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(vid/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%