detikcom
Senin, 18/03/2013 03:45 WIB

45,2 Ton Bawang Merah Selundupan Dimusnahkan di Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Jajaran Polres Asahan, Sumatera Utara menahan tujuh truk bermuatan bawang merah. Truk-truk tersebut tidak memiliki kelengkapan surat-surat terkait muatannya sehingga diserahkan ke Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Tanjung Balai Asahan dan akan dimusnahkan.

"Proses penimbangan terhadap bawang merah tersebut telah dilakukan. Berat total bawang tersebut sekitar 45.264 kilogram atau 45,2 ton, berasal dari Malaysia," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan, Hafli Hasibuan, kepada wartawan di Tanjung Balai Asahan, Minggu (17/3/2013).

Terkait hal ini, SKP masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap produk hortikultura tersebut. Sesuai ketentuan, barang selundupan holtikultura akan dimusnahkan untuk mengantisipasi kemungkinan menyebarnya virus berbahaya.

“Seusai peraturan perundangan, dimusnahkan,” kata Hasibuan.

Bawang ilegal tersebut diamankan polisi pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Bermula ketika petugas mencurigai iring-iringan 7 truk saat melintas di wilayah hukum Polsek Lima Puluh, Polres Asahan.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata bawang ilegal tersebut masuk melalui pelabuhan tradisional di Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rul/vid)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%