Rabu, 13/03/2013 13:26 WIB

Polres Jakarta Barat Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Hercules

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Polres Jakarta Barat telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus pemerasan dan premanisme di wilayah Jakarta Barat yang dilakukan kelompok Hercules Rosario Marshal. Tim khusus ini dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi.

"Kita sudah buat tim khusus untuk tangani kasus premanisme yang dilakukan oleh kelompok Hercules dan dipimpin oleh Kasat Reskrim," ujar Hengki kepada detikcom, Rabu (13/3/2013).

Hengki mengatakan, tim ini bentuk untuk bisa menuntaskan dan memberantas kasus premanisme di Jakarta Barat. Dan khusus untuk kasus Hercules, Polres Jakbar sudah memiliki bukti yang kuat menahan Ketua Umum DPP Gerakan Indonesia Baru (GRIB) dan anak buahnya.

"Hal ini dilakukan karena Polres sudah memiliki bukti cukup mengenai beberapa pemerasan yang dilakukan Hercules terhadap para pengusaha di wilayah Jakbar sampai miliaran rupiah," ujar Hengki.

Polres Jakbar dibantu oleh Resmob Polda berhasil menangkap Hercules dan kawanannya pada Jumat (8/3) lalu. Hercules dan 50 kawanannya dibekuk di perumahan Kebon Jeruk Indah (KJI) II, Kembangan, Jakarta Barat karena melakukan tindak premanisme di wilayah tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%